Kali ini berbagi pengalaman ke puskesmas saat virus covid 19 masih mewabah. Kebetulan anakku yang bungsu usia 8 tahun gigi seri atasnya ada yang goyang. Kami putuskan pergi ke puskesmas Waru yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal dan bisa menggunakan fasilitas BPJS. Menyesuaikan budget ya.
Pagi-pagi berdua saja dengan si bungsu menuju puskesmas Waru. Kondisi antriannya ngga ramai parah. Masih bisa ditoleransi.
Setelah menyerahkan kartu BPJS di loket yang berlokasi dekat tempat parkir, Kami antri bersama pengunjung lain. Di loket ini keperluannya untuk memperoleh antrian poli tujuan dan dicek suhu tubuh sebelum masuk gedung utama puskesmas. Semua dipanggil satu per satu. Setelah dipanggil Kami dicek suhu tubuh dan ditanya keperluan tujuan. Dari loket, dikembalikan kartu BPJS dan diberi secarik kertas semacam pengantar menuju ke poli yang dituju.
Kami masuk ke gedung utama untuk menyerahkan kartu BPJS beserta kertas pengantarnya di bagian penerimaan. Selanjutnya menunggu panggilan untuk diklarifikasi keperluan. Baru kemudian diarahkan ke poli gigi untuk menunggu dipanggil petugas. Di sini, saya sudah mulai curiga karena kondisinya sepi tanpa kelihatan antrian.
Begitu dipanggil masuk, kelihatan 3 orang petugas medis menggunakan APD lengkap dengan tidak ada tanda-tanda aktivitas penanganan medis sebelumnya. Kami pun hanya diminta duduk di tempat yang jauh. Kemudian Kami hanya ditanya tanya tentang keluhan. Akhirnya, salah satu petugas menyampaikan apabila poli gigi Puskesmas Waru tidak bisa memberikan penanganan karena keterbatasan standar fasilitas sesuai protokol saat wabah covid 19. Jadi standar protokol ini menjadi lebih ketat karena kontak fisik antara petugas medis dan pasien lebih rentan karena pasien harus membuka mulut. Resiko petugas medis juga lebih meningkat. Harus ada pengaman untuk sterilisasi ruangan yang lebih guna menghindarkan resiko. Sementara Puskesmas Waru belum dilengkapi fasilitas tersebut dengan alasan masih menunggu uluran tangan dari pemerintah.
Akhirnya, Kami pun pulang tanpa mendapatkan penanganan apa-apa. Yang disayangkan sebenarnya kenapa tidak disampaikan saja di awal bahwa penanganan pasien di poli gigi tidak maksimal akibat keterbatasan itu sehingga pasien tidak perlu repot mengikuti prosedur antrian walaupun jumlahnya tidak seberapa. Bagaimana jika ternyata hari itu terjadi antrian panjang, akan sangat mengecewakan pasien. Semoga segera ada uluran tangan pemerintah agar pelayanan kesehatan yang memadai dapat terjangkau oleh masyarakat bawah apalagi di tengah pandemi yang membuat beban ekonomi makin berat
